SEORANG JUSUF KALLA

Tutur katanya tulus walau tak terdengar halus
Bajunya sederhana walau ia kaya raya
Konflik terselesaikan dengan baik tanpa menggunakan senjata terbaik
Ekonomi tumbuh dg cepat walau tak selalu memikat
25 triliun terselamatkan walau tak kampanye 4 T
Tekatnya kuat walau ia tidak berwajah berat
Tabe daeng-ku…
Walau terlahir dari suku keras, tak hilang aras ketika dikritik
Tak satupun keluarga di pemerintahan, apalagi jabatan2 strategis
Ia hanya saudagar kaya dg fikiran sederhana
Ia hanya tersenyum tawa dg hati sekuat baja
Kalah menang bukan akhir perjuangannya
Nusantara dan darma bhakti adalah mimpi-mimpi besarnya
( diambil dari note facebook saya pada tanggal 10 Juli 2009)
sengaja diposting tanggal segini, biar tidak dikira kampanye.
apapun hasilnya, saya tetap mendukung Pak Jusuf.
Untuk Indonesia Mandiri Pak.
Filed under: Merah-Putih | 8 Comments
JK bagi saya cocok yang luar biasa, JK senior saya dan Anda mungkin di HMI. Meski nyentrik tapi suka humor. Salam Hangat Muslihun Al-lampani, HMI Cabang Bangko
oke link aja blog saya.
kebetulan belum prnah ke kaltim.mungkin tahun depan mau trip keliling kaltim.balikpapan, samarinda, tenggarong, t grogot ama bontang.dan yg jd impian adalah trip ke Pulau Derawan di Berau.wuihhh kapan ya????
kalo kesono, pasti saya tulis catper nya di blog saya.
salam kenal yah…
Sayang belum terpilih untuk jadi RI 1. Walau bagaimanapun kontribusinya tidak sedikit. Salut buat belaiau.
Sayang belum terpilih untuk jadi RI 1. Walau bagaimanapun kontribusinya tidak sedikit. Salut buat beliau
Lutfi blom nge-post waktu di Kalimantan ta?
Aq jg blom nih habisnya banyak banget agenda blog-ku,..gara-gara tgl 27 Juli kmren umurnya udah 2 tahun
Selalu salut dengan Putra Bugis yang kaya nan sederhana ini
Next post??
Wah ternyata lutfi juga pengagum beliau to..sampai bikin puisi kusus buat beliau
aku beum tahu banyak sih tentang profil beliau, tapi setahu saya dia keren..oranngnya kalem tapi kharismatik. aku suka alasan lutfi yang menyatakan bahwa dia tidak berasal dari keluarga istana (tidak ada keluarganya yang jadi pejabat) sehingga tidak mungkin terjadi nepotisme…dia di besarkan di dutia perdagangan sehingga jika mengatur perekonomian juga pasti jago…sayang kesempatan belum berpihak padanya…