Saya ( Belum ) Gagal
Failure is always the best way to learn
Retracing your steps until you know
Have no fear your wounds will heal
I wish I could travel overground
To where all you hear is water sounds
Lush as the wind upon a tree
-Failure, Kings Of Convenience-
Lirik lagu yang dibuat oleh Erlend Oye itu untuk saat ini sangat tepat untuk saya. Kesempatan emas yang terbuang sia-sia, keterlambatan saya kali ini benar-benar tidak bisa ditolerir. Kalau saja saya mau lebih tekun dan tidak mengulur-ngulur waktu pengerjaan bisa saja salah satu target saya tercapai.
Ada 4 proposal yang harus saya urus, pertama proposal Kerja Praktek. Sebenarnya sudah beres sejak awal Maret dan sudah saya kirim ke Pertamina Balikpapan, ah, namanya juga perusahaan besar dengan pelamar ribuan, proposal saya mungkin diurutkan nomor sekian, apalagi tanpa perantara orang dalam. Sebenarnya ada saudara yang menawari Kerja Praktek di Chevron Balikpapan, akan tetapi ada beberapa syarat yang belum bisa dipenuhi partner saya, jadi mau tak mau apply-nya Pertamina saja. Sampai saat ini sering saya kontak dengan pihak terkait, tinggal keputusan diterima atau tidak, tapi yah…kelamaan. Deadline dari jurusan sudah menghimpit. Terpaksa saya membuat proposal baru untuk perusahaan lain, di Perusahaan Asuransi Takaful, Jakarta. Kali ini Direkturnya adalah alumni Statistika, tepatnya angkatan pertama jurusan saya. Semoga diterima.
Proposal kedua, Bayer Young Environmental Envoy Program. Agenda tahunan PT.Bayer Jerman untuk seluruh pemuda di dunia yang punya ide kreatif untuk memperbaiki lingkungan. Sampai deadline yang ditentukan, proposal saya hanya selesai 30%. Memang agak susah, basic saya bukan orang Lingkungan, proposalnya harus ditulis dengan Bahasa Inggris, bukan masalah, tapi kali ini saya kurang yakin dengan ide yang saya punya, terlalu biasa. Finally, bye-bye BYEE, dan Summer Camp di Jerman (kalau lolos).
Proposal ketiga, ADS (Australian Development Scholarship), beasiswa S2 di Australia untuk Negara-negara resipien AusAID, Indonesia salah satunya. Sementara semuanya saya urus sendiri, karena jurusan dan fakultas belum ada kerjasama dengan AusAID. Disitulah masalahnya, saya harus mendapatkan rekomendasi dari dosen yang pernah kuliah di salah satu kampus di Australia. Majornya saya ingin ambil Ekonometri, displin ilmu yang mendalami permodelan Ekonomi dilihat dari sudut pandang Statistika. Alternatifnya, Manajemen Konstruksi ( Eh, bener gini ga ya tulisnya?), masih berhubungan dengan penaksiran uang, tetapi yang ini hubungannya dengan kontruksi dan biaya-biaya yang diperlukan dalam suatu proyek pembangunan, manajemen resiko, dll. Di seberang sana, Anya juga menyiapkan proposal double degreenya ke Saxion, akan tetapi dia sudah difasilitasi jurusannya, duuhh…Ngiriiiii!!!
Terakhir yaitu LA.Lights Short Story Competition. Yang ini tinggal bikin endingnya, tapi karena tawaran survey di Malang lebih real hasilnya, akhirnya terbengkalai sudah.
Deal! I’m Nothing. Everything lost! I’m Surrender! And need some construction in my head.
Filed under: Saat Serius | Leave a Comment
No Responses Yet to “Saya ( Belum ) Gagal”