The Panas Dalam
Bandung memang gak ada matinya untuk urusan musik indie. Satu lagi produk daerah mereka, The Panas Dalam. Awalnya band ini direkomendasikan oleh salah seorang teman saya, Yusuf Umar Ibnu Syihab. Dia bilang The Panas Dalam itu liriknya unik, mendobrak arus. Karena penasaran, saya pun browsing-browsing dan download beberapa lagunya. Hampir satu album lengkap, album gendeng yang judulnya Argumentum in Absurdum. Lah, iku artine opo Cak?? Saya cari di kamus inggris sampai yunani gak nemu-nemu.
Saya ulas beberapa lagu yang mereka punya, kasarannya saja.
“Bergabung dengan kami Panas Dalam, kaum musik kurang ajar…rasaiiinnn”, Nah itu intronya album ini.
Lagu yang pertama kali saya dengar dari band ini judulnya adalah Phedofilia, ceritanya tentang cinta yang kandas karena usia. Si laki yang sudah S2 dan ceweknya yang masih TK, WTH! Track selanjutnya makin gendeng, judulnya Rintihan Kuntilanak. Kalau yang ini mungkin sudah familiar di telinga Anda, bahkan beberapa dari Anda sudah pernah nonton video klipnya.
Yang rada ekstrim, dan agak tabu buat saya yaitu Kelamin Uber Alles. Sumpah, lagunya jujur banget. Bilang mereka, siapapun kamu, bagaimanapun kamu, yang ngaku punya cinta murni, pasti ujung-ujungnya minta kelamin. Mencari orang yang terbaik, cantik tanpa kelamin itu percuma.
Nah, yang ngecrot dalem banget, lagu yang judulnya Koboy Kampus. Sindiran buat yang males-malesan kuliah, satu colekan buat para Mahasiswa abadi. Yang molornya sudah kebangetan. Coba dengar lagu satu ini, setidaknya akan sadar, diluar sana banyak yang menunggu kiprah kita sebagai para pemuda harapan bangsa (Loh, iku lak jeneng band nggacor pisan? ).
Lagu cita-citaku menggambarkan kesedihan seseorang karena menjadi lelaki. Postingan saya sebelumnya menceritakan betapa dulu saya terobsesi menjadi laki-laki. Nah dari lagu ini betapa gilanya ada juga laki-laki yang engga bersyukur jadi laki-laki. Obsesinya menjadi perempuan sebegitunya. Gendeng!
Lagu orang mabok, bisa dibilang seperti itu apa tidak ya?
Filed under: Musik | 7 Comments
aku baru tau kalau lagu rintihan kuntilanak yang nyanyin…
heheheehehehe lagunya asyik juga…
tapi gmana dengan lagu yang lainnya ya?
menurutku yang laen ya standart2 aja, cuman liriknya nyentrik gitu jar…!!!!
wah, kok lagu pemabok seh…??
biarpun gak semua lagunya bermutu, tapi sebagian besar lagunya bermutu tinggi. kamu baru dengerin 1 album sih, masih banyak lagu lain yang gak kalah bagus.
the panas dalam itu sebuah alternatif diantara bombardir lagu-lagu cengeng indonesia
sedih banget ngeliat musik indonesia masa kini
UcuP:
kamu memang punya sense tersendiri Cup, aku susah banget nemuin feel nya lagu2 mereka.. so far unik, aneh, nyentrik, emmhh lucu wes
nah, kalo ane minta koleksi album laen, boleh kan??????
” nederland in the morning, when I having breakfast.
I want Bala-bala, cah kangkung and Cangcut,
could you tell me please where the Kiblat is
I’m mooslem and Good boy”
Hahaha, itu lirik baru yang gw denger pas denger mereka latihan di GGm kemaren.
Plis, lucu lah…
hahahahha
sejauh ini gue baru liat nilai plus The Panas Dalam di liriknya aja. sempat mampir di leptop ku beberapa bulan setelah itu ku-delet. heheh. maap yo
gile!! pandal’s cool abiezz,
gue demen bgt lagu2nya menghibur