Menjadi Perempuan Apa Adanya
Dulu, sewaktu masih duduk di bangku MI (SD Islam) saya sering sekali mengeluh. Selalu berkeluh kenapa ditakdirkan menjadi perempuan. Dari kecil kebanyakan teman-teman saya adalah laki-laki (sampai sekarang juga sih). Sewaktu kecil dulu, menurut saya laki-laki itu lebih bebas, bebas untuk pergi bermain, bebas berantem, bebas sebebas-bebasnya menjadi manusia. Mereka itu kuat, berani, cerdas dan culas. Mampu bejuang untuk dirinya dan orang-orang sekelilingnya, mereka punya pertahanan yang hebat. Dan saya selalu iri dengan semua yang mereka punya. Sahabat saya semasa MI juga laki-laki, meskipun awalnya dia suka sama saya, tapi lama-lama dia yang jadi sobat setia saya. Ketika KMI (setingkat SMP) sahabat saya memang perempuan, tapi tomboy setengah mati. SMA, balik lagi punya sobat laki. Entah kenapa, memahami jalan pikiran mereka itu lebih mudah daripada perempuan punya. Hidup sobat-sobatku itu simple, apa adanya. Obsesi saya meniru gaya laki-laki memang tidak terlalu terlihat, sebab dari kecil terbiasa mengenakan rok, celana hanya punya beberapa. Bukan fisiknya yang saya tiru, tapi setiap apa yang mereka pikirkan, perbuat dan ucapkan. Seringkali saya membanding-bandingkan diri sendiri dengan sesosok laki-laki, siapapun yang menurut saya spesial dan unik.
Semoga R.A Kartini tidak kecewa punya penerus seperti saya. Apa adanya saya.
Filed under: Saat santai | 5 Comments
oooo, biyen sekolah nang PONDOK PESANTREN toh…………
heeehhheee……………………..
merugi sekali kalo harus “apa adanya”
bukankah hari esok harus lebih baik dari hari ini. bahkan celaka jika sama dengan hari kemarin.
Menjadi Apa Adanya koq terkesan pasrah ya. terkesan sebuah pemakluman dari ketidakmampuan/ketidakberdayaan meneiti perjalanan kehidpan
Apa adanya itu masih ambigu…
emal:
terserah anda mengartikannya apa.
“Obsesi saya meniru gaya laki-laki memang tidak terlalu terlihat”
wah upii.. keliatan ko sama aku walaupun bukan secara fisik dan aku cuma menghabiskan waktu yang sangat sebentar sama kamu. i watched your words and attitude. hhe